BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir Wilayah Perkotaan guna menyelaraskan langkah strategis dan teknis antar-Instansi. Rakor yang berlangsung di Ruang Setyowati Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (23/4/2026) ini menekankan pada pentingnya dokumen masterplan yang komprehensif serta sinkronisasi operasional di lapangan.

Bupati Bojonegoro, Bapak Setyo Wahono, dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan sistem drainase perkotaan harus dilakukan secara integral dan tidak parsial. Beliau menginstruksikan penguatan tata kelola sumber daya air melalui percepatan perbaikan infrastruktur afvoer dan saluran-saluran pendukung lainnya.

"Diperlukan penguatan sinergi serta peningkatan efektivitas koordinasi. Tanggung jawab operasional di wilayah masing-masing sepenuhnya berada pada pemangku wilayah terkait, sehingga penanganan ini menjadi tanggung jawab kolektif seluruh pihak, tidak hanya bertumpu pada satu OPD teknis," tegas Bupati Setyo Wahono.

Dalam sesi diskusi, Camat Bojonegoro, Bapak David Yudha Prasetya, ST., MT, menyampaikan perlunya sinkronisasi persepsi antar-OPD terkait (Dinas PU SDA, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, serta Dinas PU Bina Marga dan PR) mengenai pemetaan arah aliran air. Hal ini bertujuan untuk mengurai beban saluran di area padat seperti Jalan Panglima Sudirman. Pemerintah juga mempertimbangkan opsi pembangunan saluran baru jika kapasitas beban aliran saat ini dinilai telah melampaui ambang batas.

Menanggapi kebutuhan percepatan di lapangan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Bapak Edi Susanto, S.Sos, M.Si, memberikan instruksi taktis untuk penyediaan sarana pompa air tambahan dan pembangunan kolam retensi (penahan limpasan).

"Langkah ini dimaksudkan untuk menampung debit air sementara sebelum dipompa keluar, sebagai upaya mempercepat reduksi genangan di sejumlah titik rawan di perkotaan," jelas Sekretaris Daerah.

Ibu Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan catatan penting mengenai urgensi pelibatan para tokoh pendahulu yang memiliki pengalaman luas. Beliau memandang bahwa pemahaman mendalam mengenai karakteristik geografis dan sejarah aliran air di masa lalu merupakan referensi krusial untuk menyempurnakan kebijakan teknis yang sedang diimplementasikan.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, jajaran Kepala OPD teknis, hingga seluruh Lurah di wilayah perkotaan Bojonegoro. Melalui konsolidasi ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen menciptakan sistem penanganan banjir yang lebih adaptif dan responsif demi menjamin kenyamanan serta keamanan seluruh masyarakat. [ap/mbt]


By Admin
Dibuat tanggal 24-04-2026
32 Dilihat
Bagaimana Tanggapan Anda?
Sangat Puas
100 %
Puas
0 %
Cukup Puas
0 %
Tidak Puas
0 %